APBD DKI Rawan Dikorup, Kejaksaan Diminta Sisir APBD

Jakarta, (Warta Viral) – Sejumlah kalangan terus mempertanyakan pembahasan rancangan APBD DKI Jakarta dilakukan dalam waktu yang sangat singkat atau mendadak yang bisa berdampak rawan terjadi tindak pidana korupsi.

Ketua LSM LP-Tipikor Jonatan Pasaribu mengatakan, anggota DPRD DKI tidak punya waktu waktu cukup untuk menyisir anggaran belanja yang ganjil dan anggaran siluman.

“Seharusnya proses penyisiran anggaran belanjan paling tidak butuh waktu 2 bulan lagi, jika nanti tetap dipaksakan singkat. Maka saya akan meminta aparat hukum seperti KPK dan Kejaksaan yang menyisir anggaran, ujar Jonathan, Rabu (6/11/2019).

Sedangkan hal yang sama juga dikatan Sekretaris Jenderal Seknas Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Misba Hasan, yang menilai APBD DKI 2020 rawan dikorupsi. Sebab, pembahasan rancangan APBD dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

Misba mengatakan Pemprov DKI Jakarta terlambat dalam melimpahkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ke DPRD DKI Jakarta. Dokumen yang seharusnya sudah selesai pada Juli-Agustus lalu, baru diserahkan pada awal bulan ini, katanya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN), Zita Anjani, turut menanggapi kisah yang saat ini lagi seksi seputar anggaran di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, perkara lem aibon senilai Rp 82,8 miliar hanyalah soal kecil. Masih banyak hal lain yang perlu diungkap ke permukaan.

“Lem aibon itu kecil. Masih banyak hal yang perlu dikedepankan dan menjadi PR bersama perihal anggaran,” katanya, Selasa (5/11/2019). (Edward)

Facebook Comments

admin

wartaviral.com diterbitkan berdasarkan undang undang Pers nomor 40 tahun 1999 oleh PT Nasional Tritunggal Jayautama yang berlokasi di Jl. Perintis Kemerdekaan No 34, RT 01,RW 06, Kecamatan Kelapa Gading, RT.1/RW.6, Klp. Gading Tim., Jakarta Utara, DKI Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240.