Jutaan Dolar AS Ditebar di Indonesia Buat Mendukung Paham Radikal

Jakarta, (Warta Viral) – Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan, Moh Mahfud MD mengungkapkan, saat ini sudah banyak muncul pesantren yang dulunya tidak ada, tiba-tiba ada dan banyak pengikutnya.

“Bahkan pesantren tersebut terbilang eksklusif, tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya. Di Jogja ada, di Magelang ada, tiba-tiba besar,” ujar Mahfud MD kepada wartawan di sela agenda Focuss Grup Discussion (FGD) Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2018).

Karena saat ini ada fenomena baru dalam pergerakan paham radikal di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia menjadi sasaran kalangan radikal dari negara lain. Ia menyebut, ada ulama radikal dari Arab Saudi datang ke Indonesia dengan membawa uang jutaan dolar AS untuk menyebarkan paham radikal.

“Sekarang di Saudi Arabia, terjadi penangkapan terhadap ulama yang radikal. Yang belum tertangkap, akan lari ke Indonesia dengan membawa jutaan dolar untuk mendukung gerakan radikal,” kata Mahfud MD kepada wartawan di sela agenda Focuss Grup Discussion (FGD) Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Para ulama radikal tersebut, tambah Mahfud, telah dan hendak mendirikan pesantren di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya sebagai sarana penyebaran paham radikal.

Mahfud berujar, indikasi paham radikal ditunjukkan dari larangan hormat kepada bendera, melarang upacara, serta menghancurkan simbol negara berupa burung Garuda Pancasila.

Merespon hal tersebut, Gerakan Suluh Kebangsaan akan mengumpulkan para tokoh bangsa seperti Prof Komarudin Hidayat, KH Yahya Staquf, Prof Alwi Shihab, Hilmar Farid, KH Sholahuddin Wahid, Haedar Nashir, Sudhamek AWS, Romo Benny Susetyo, dan sebagainya, untuk berdiskusi secara tertutup.

Diskusi tertutup tersebut dipandu oleh Deputi dari Badan Intelijen Negara (BIN) serta kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. (Akash)

Facebook Comments