Kepsek Arogan Usir Nenek di Perumahan, Karena Beda Pilihan Kades

Dairi, (Warta Viral) – Kepala Desa Bongkaras E Br Siahaan di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, saat temui oleh wartawan untuk di mintai tanggapannya, Rabu (23/10/2019) terkait hebohnya kabar pengusiran terhadap salah seorang warganya yang nenek nenek usianya sudah 66 tahun.

E Br Siahaan mengaku merasa terpanggil atas peristiwa tersebut, E Br Siahaan juga tak menyangka hal seperti itu bisa terjadi di desanya mengingat masih eratnya tali persaudaraan diantar penduduk dan atas peristiwa itu E Br Siahaan mengaku merasa malu dan akan berusaha memediasi kedua belah pihak untuk didamaikan.

“Nanti akan kita upayakan agar kedua belah pihak bisa duduk bersama supaya keduanya dapat berdamai, alangkah lebih bagus kalau berdamai terlebih lagi keduanya masih satu kampung, dan jangan-jangan lagi masih satu jemaat gereja , apalagi kalau masih satu gereja, kan pasti akan bertemu, jadi alangkah baiknya jika mereka berdua damai saja, ” ujar Kepala Desa Bongkaras E Br Siahaan kepada wartawan Warta Viral.

Baru- baru ini beredar kabar di media cetak dan elektonik, Kepala SDN 037155 Bongkaras, Tama Mian br Sihite melakukan intimidasi terhadap seorang nenek tua karena tidak bersedia di arahkan untuk memilih salah seorang calon kepala desa pilihannya berisial MM, yang di dukung oleh kepala sekolah.

Karena tidak bersedia, si nenek diintimidasi kepala sekolah dan di usir dari perumahan guru yang sudah puluhan tahun rumah di tempati oleh si nenek apa bila tidak mau memilih calon kepala desa yang di maksud.

Kepala Sekolah SDN 037155 , Bongkaras Tamamian Sihite saat di temui wartawan Warta Viral di sekolahnya Rabu (23/10/2019) , terkesan menutup-nutupi kasusnya dengan dalil membantah telah melakukan pengusiran ataupun intimidasi kepada Rame Situmorang seorang nenek di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga untuk memilih salah seorang calon kepala desa.

Namun Kepala Sekolah Bongkaras Tamamian Sihite mengakui telah ketemu nenek Rame Situmorang dan sudah menyampaikan niatnya menyuruh pergi. “Saya sudah kasih waktu selama tiga hari supaya dia (Rame Situmorang) mencari tempat tinggal yang baru, pada hari Sabtu yang lalu,” ujar Kepsek Bongkaras Tamamian Sihite.

Ironisnya, Bongkaras Tamamian Sihite tetap tak mau disalahkan dan ngotot mengaku benar menurutnya apa yang dilakukannya masih sebatas hal yang wajar, mengingat sekolah butuh ruangan untuk tempat barang-barang karena kebetulan beberapa ruang sekolah sedang di rehab.

“Saya tidak mengusir, dan saya tidak ada menyuruh untuk memilih salah satu calon, hanya menyuruh pindah dan wajar saya suruh pindah karena kita butuh ruangan, ujar Bongkaras Tamamian Sihite mengelak.

Pengakuan kepala sekolah, di desa ini terdapat 3 orang yang akan maju mencalonkan diri menjadi kepala desa, antara lain, J kudadiri,A Haloho dan MM.

Untuk sekedar diketahui , selama ini menurut Tamamian terdapat 3 kepala keluarga yang menempati perumahan guru yang ada di sekolah itu, salah satunya adalah Remita Situmorang , namun Kepala Sekolah Tamamian tidak bersedia menjawab pertanyaan wartawan saat di tanya kenapa hanya nenek Remita yang di suruh pindah dari perumahan ?.

Anehnya pernyataan Tamamian bertolak belakang dengan cerita yang di kisahkan oleh nenek Rame kepada wartawan saat di datangi di kontrakan barunya , nenek berusia 66 tahun ini sempat menangis tersedu-sedu saat menceritakan perlakuan kepala sekolah kepadanya, salah seorang keponakannya yang turut mendampinginya turut juga meneteskan air mata saat mendengarkan kisah pilu yang di ceritakan oleh bibinya yang juga sekaligus pengganti kedua orang tuanya yang telah lama meninggal dunia.

Menurut Rame sebelum terjadi pengusiran , dirinya sudah 3 kali di datangi oleh kepala sekolah Bongkaras Tamamian Sihite memintanya untuk memilih salah satu calon kepala desa berinisial MM , pada hari Rabu tanggal (16 /10/2019) yang lalu.

kontrakan barunya nenek boru Situmorang.

Kepala sekolah Bongkaras Tamamian Sihite datang menghampirinya, mengingatkan agar dirinya memilih MM masih. Menurut nenek Rame, kemudian keesokan harinya Kamis tanggal (17/10/2019) sekitar jam 9 pagi dia di datangi lagi oleh kepala sekolah Bongkaras Tamamian Sihite kembali untuk mengingatkan dirinya agar memilih MM.

Kemudian terakhir hari Jumat tanggal (18/10/2019) nenek tua yang sudah lama di tinggal mati oleh suaminya ini kembali di datangi oleh sang kepsek Bongkaras Tamamian Sihite meminta supaya nenek tua ini memilih MM serta menyuruh Rame keluar dari rumah yang sudah ditempatinya selama 18 tahun itu dan keesokan harinya ,Sabtu (19 /10/2019) di bantu oleh warga akhirnya rame keluar dari perumahan guru tersebut.

” Parjolo sahali na di ari rabu,”ikkon tu si do Hita” ninna ibana. ari kamis sekitar jam sia pagi ro muse , na unghaccit rohakku na arijumat ido , hira na emosi total ma ibana, ” dang boi nikku dang boi molo aha musir ” ninna ibana,” (” pertama sekali hari Rabu ‘ kita harus ke dia, ( memilih MM red ) , kemudian sekitar jam sembilan pagi datang lagi, yang paling menyakitkan hari Jumat kemaren , dia datang lagi dengan wajah emosi .saya bilang tidak bisa.., tidak bisa.. kalau tidak pergi …” ) ujar rame bertolak pinggang , menirukan gaya kepala sekolah yang sedang emosi.

Terkait dengan kedatangan massa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah SDN bongkaras ,di benarkan oleh rame, adapun maksud dan tujuan kedatangan sekelompok orang tersebut karena dorongan hati nurani utuk membantu dirinya bukan bermaksud menakut-nakuti kepala sekolah .

“Akka banyak marholong ni roha do sudena i halaki do mangurupi au mangalului kontrakan on, opat ari dope hu ingani jabu on ” mereka adalah orang -orang yang perduli ke pada saya, mereka jugalah yang membantu mencari kontrakan ini , rumah ini baru empat hari saya tempati ” ujar rame lagi sambil sesekali menyeka air matanya usai menceritakan kejadian yang di alaminya.. ( Kristoni)

Facebook Comments

admin

wartaviral.com diterbitkan berdasarkan undang undang Pers nomor 40 tahun 1999 oleh PT Nasional Tritunggal Jayautama yang berlokasi di Jl. Perintis Kemerdekaan No 34, RT 01,RW 06, Kecamatan Kelapa Gading, RT.1/RW.6, Klp. Gading Tim., Jakarta Utara, DKI Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240.