Pasar Kebayoran Lama Semrawutan, Anies Pergi Kemana ?

Jakarta, (Warta Viral) – Gubernur DKI Anies Baswedan dinilai tak mampu menata Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pasalnya, warga dan pengendara setiap hari mengeluh saat melintas di seputar Pasar Kebayoran Lama, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan akibat kawasan tersebut semrawut dan kumuh, serta macet.

Camat Kebayoran Lama, Sayed Ali menjelaskan sejumlah masalah semrawutnya Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Suasana keramaian yang tidak teratur di pasar Kebayoran Lama mengakibatkan kemacetan. Lantaran, banyaknya kendaraan yang masuk ke sekitar area tersebut dari beberapa daerah penyangga. Hal itu diungkapkan Camat Sayedi Ali kepada wartawan.

Semrawut dan kumuh menjadi pemandangan umum yang terlihat saat Pedagang Kaki Lima (PKL) kian merajalela, merebut hak pejalan kaki dengan memenuhi trotoar dan sebagian jalan hingga menyebabkan kemacetan parah.

Dalam pantauan Warta Viral, ratusan pedagang menggelar lapak mulai dari Jalan Raya Kebayoran Lama dari arah Jalan H Salihun atau sekitar 200 meter menuju gedung pasar.

Begitu juga dengan keberadaan PKL yang menggelar lapak dari arah Flyover Kebayoran Lama hingga gedung pasar.

Kondisi tersebut kian diperparah dengan padatnya lapak PKL yang memanjang mulai dari Simpang Pasar Kebayoran Lama, Jalan Kramat menuju Stasiun Kebayoran Lama. Lapak PKL gelaran itu menguasai hampir sebagian jalan pada kedua arah. Kendati sebelumnya pernah dilakukan penertiban.

Kenyataannya, jalan selebar enam meter dapat menampung tiga lajur mobil dan dua lajur sepeda motor pada kedua sisinya itu menyempit hingga menyisakan satu lajur mobil.

Akibatnya, kemacetan parah mengular hingga berkilometer seputar Pasar Kebayoran Lama. Tenda-tenda besi berbalut terpal yang didirikan di atas trotoar dan sisi jalan pada kedua arah itu secara langsung memblokir langkah pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Bukan hanya menyebabkan penyempitan jalan, pejalan kaki yang turun ke jalan turut memicu kemacetan.

Tidak jarang sejumlah pejalan kaki ikut terjebak dalam kemacetan karena tidak adanya ruang berjalan. Beberapa lainnya terpaksa melompati ban depan sepeda motor dan meliuk-liuk menyusuri ruang yang tersedia di antara antrean kendaraan.

Tidak hanya PKL yang merajalela, kemacetan juga dipicu dari perilaku sopir mikrolet yang mangkal di sisi jalan. Kondisi tersebut kemudian memicu aksi lawan arus para pengendara sepeda motor yang melintas dari Stasiun Kebayoran Lama menuju Flyover Kebayoran Lama.

Tidak hanya di seputar Pasar Kebayoran Lama, tumpah ruahnya PKL juga terlihat di simpangan Pasar Bata Putih hingga perlintasan Kereta Api (KA). Kondisi tersebut sangat berbahaya, mengingat kendaraan yang melintas seringkali tersendat akibat penyempitan jalan. (Edwar)

Facebook Comments

admin

wartaviral.com diterbitkan berdasarkan undang undang Pers nomor 40 tahun 1999 oleh PT Nasional Tritunggal Jayautama yang berlokasi di Jl. Perintis Kemerdekaan No 34, RT 01,RW 06, Kecamatan Kelapa Gading, RT.1/RW.6, Klp. Gading Tim., Jakarta Utara, DKI Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240.