Pupuk Langka di Dairi, Petani Merana

Dairi, (Warta Viral) – Meskipun Bupati Dairi Edy Keleng Ate Berutu telah bersusah payah melakukan sidak untuk mengatasi kelangkaan pupuk, namun kelangkaan pupuk di Kabupaten Dairi semakin parah, petanipun semakin kesulitan untuk memperoleh pupuk.

Salah satu pupuk yang langka adalah pupuk jenis Urea, pupuk jenis Urea ini merupakan salah satu pupuk yang cocok untuk pertanian terutama untuk menghindari pengunungan dini pada daun.

Menurut petani kelangkaan pupuk sudah terjadi selama 3 bulan, sehingga dikhawatirkan akan membuat tanaman tidak dapat berkembang dengan baik yang mana berdampak pada berkurangnya hasil pertanian yang berujung para petani mengalami kerugian.

Kelangkaan pupuk ini semakin terasa di kalangan petani Dairi, khususnya petani di Desa Sempung Poling Kecamatan Lae Parira,yang mana pada musim ini masyarakat di desa ini sedang bertanam jagung. “Sudah 3 bulan ini kita kesulitan untuk mendapatkan pupuk,” Boru Silalahi warga setempat kepada Warta Viral Rabu (9/10/2019).

Pengamatan di lapangan, tampak tanaman jagung sebagian tumbuh kerdil , daun-daun mulai menguning sebelum waktunya. Sekedar unruk di ketahui di Kecamatan Lae Parira sendiri terdapat 80 kelompok tani yang tersebar di beberapa desa.

M Limbong Ketua Kelompok Tani Marsiurupan Desa Sempung Kecamatan Lae Parira, saat di temui di lokasi perkebunan jagung warga, Rabu (9/10), mengaku merasa kecewa sekali atas kelangkaan pupuk saat ini. “Kita merasa kecewalah, kalau pupuk langka hasil pertanian juga otomatis berkurang dan pendapatan juga kurang, ” katanya.

Ketua Kelompok Tani Marsiurupan Desa sempung M Limbong

Selanjutnya dia menceritakan proses pengambilan pupuk. ‘Pertama pupuk itu turun di distributor kemudian dari distributor turun ke kios dan kemudian kita ambil dari kios, kemudian kita bagi kepada semua anggota.’ paparnya.

Dia juga mengatakan jika di tahun sebelumnya, masyarakat jarang mengalami kelangkaan pupuk meskipun pada saat itu kartu tani belum berlaku. “Kalau dulu jatah perhektar itu 300 kilo gram, ada pemotongan turun menjadi 150 kilo gram perhektar” katanya.

Ia menambahkan, bayangkan saja saat ini kelompok kita hamya mendapat 10 sak , sementara anggota kita ada 48 orang, kalau begini terus bagaimana caranya hasil pertanian bisa berkembang. Kalau lima ratus kilo di bagi empat puluh delapan masing- masing anggota paling kebagian antara sembilan kilo sampai dengan sepiluh kilo, apa yang dapat di perbuat oleh petani dengan pupuk sepuluh kilo,”ucapnya.

Anggota Kelompok Tani

Dijelaskan olehnya, selama ini kelompoknya menggunakan RDKK ( Rencana Definitif Kerja Kelompok) tahun 2018 untuk pengambilan pupuk, sedangkan RDKK 2019 dikatakannya akan di pergunakan untuk tahun 2020.

“RDKK yang kita pakai saat ini adalah RDKK 2018 , sedangkan RDKK tahun ini kita pakai nanti di tahun 2020, dan Kita berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan nasib kami petani, ” pintanya. ( Kristoni)

Facebook Comments

admin

wartaviral.com diterbitkan berdasarkan undang undang Pers nomor 40 tahun 1999 oleh PT Nasional Tritunggal Jayautama yang berlokasi di Jl. Perintis Kemerdekaan No 34, RT 01,RW 06, Kecamatan Kelapa Gading, RT.1/RW.6, Klp. Gading Tim., Jakarta Utara, DKI Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240.